Suatu hari pemuda itu berjalan di kesunyian malam.
Pemuda itu berjalan tak tahu arah,
Ia hanya mencoba menghabiskan waktu di hari itu.
Entah apa yang sedang ia coba pikirkan.
Dalam hati ia berkata “semoga saja ada uang 100 ribu jatuh,
Kan lumayan buat ngopi”, kata pemuda itu dalam hati.
Namun tak disangka setelah beberapa menit ia berjalan,
Pemuda itu menemukan uang.
Dan jumlahnya benar saja,
yaitu uang dengan nominal 100 ribu rupiah”.
Dalam hati ia berkata “Tuhan mengerti apa yang aku butuhkan”
Pemuda itu lalu mengantungi uang 100 ribu rupiah yang ia dapatkan.
Namun tak jauh dari situ, ada seorang wanita.
Wanita tersebut terlihat sedang mencari-cari sesuatu.
Pemuda itu mencoba menegor wanita tersebut,
“Mbak, lagi cari apa? dari tadi saya perhatikan,
Seperti ada yang lagi dicari.”
Wanita tersebut menjawab,
“Ia mas, saya lagi cari uang saya yang jatuh.”
Pemuda itu bertanya, “ emang yang jatuh nominal nya berapa ?”
Wanita itu menjawab, “ uang yang jatuh 100 ribu mas,
Uang itu uang terakhir saya mas, untuk ongkos pulang”
Dalam hati pemuda itu berkata,
“jangan-jangan uang yang aku dapatkan, adalah uang wanita itu”
“baru saja aku ingin ngopi, ternyata ini bukan rejeki ku”
Akhirnya pemuda itu berkata kepada wanita tersebut,
sambil mengambil uang 100 ribu yang
ia dapat tadi.
“Mbak, sepertinya ini uang mbak yang jatuh”
Wanita itu berkata, “Beneran mas ? wah terima-kasih ya mas”
“Mas nya tadi dapat dimana ?
Pemuda itu berkata, “Tadi disana”
(sambil menunjuk tempat dimana ia dapatkan)
Wanita itu berkata, “Sekali lagi, terima kasih banyak ya mas”
“Tapi mas, kayanya kita pernah bertemu deh”
Pemuda itu berkata, “Oh, ya ? mbak pernah liat saya dimana ?”
Wanita itu berkata, “Kalau tidak salah, waktu lagi antri di gerai kopi”
“Mas nya lagi bengong sambil ngeces di antrian”
Pemuda itu berkata, “Waduh, saya malu kalau ingat kejadian itu,
Mbak nya yang antri di belakang saya ya ?”
Wanita itu berkata, “ Ia benar mas”
Setelah beberapa saat mereka ngobrol,
Mereka bertukar kontak dan berpisah.
Wanita tersebut pulang kerumahnya,
Begitu pula dengan pemuda tersebut.
To be continued...
Komentar
Posting Komentar